Mengawal Mandat Rakyat 

KawalMenteri (www.kawalmenteri.org), atau selanjutnya disebut KM1.0, adalah sebuah platform partisipasi publik melalui media internet yang memungkinkan semua masyarakat Indonesia menyampaikan usulan mengenai sosok yang layak menjabat Menteri dalam Kabinet Pemerintahan Periode 2014-2019. Lebih dari dari itu, KM1.0 juga memfasilitasi publik untuk mengusulkan nama Kementerian baru. Meskipun secara konstitusional penunjukan Menteri adalah hak prerogatif Presiden, namun fakta politik di Indonesia menunjukan bahwa seringkali kekuatan parpol bisa mendikte Presiden dalam menentukan para pembantunya tersebut. Oleh karena itu, KM1.0 adalah wahana strategis untuk membangun opini publik mengimbangi kekuatan parpol sehingga diharapkan Menteri terpilih nantinya adalah figur profesional bukan hasil kompromi politik. Dukungan publik ini pada gilirannya menjadi kekuatan moral bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Resume Hasil Polling KawalMenteri

Netizen Usulkan Pembentukan Kementerian Baru dan Para Profesional untuk Mengisi Kabinet Jokowi-JK 2014-2019

Setelah satu bulan polling diselenggarakan, dihasilkan usulan 36 Kementerian yang terdiri dari 34 Kementerian yang sama dengan kabinet saat ini (2009-2014) dan dua nama Kementerian baru yakni Kementerian Pertanahan dan Reforma Agraria, serta Kementerian Perdesaan. Publik mengusulkan total 250 nama kandidat untuk mengisi 36 pos tersebut (selengkapnya ada di http://www.kawalmenteri.org/infografis4.html). Dalam laporan ini juga diperbandingkan nama-nama kandidat yang memperoleh polling tertinggi di KM1.0 dengan pollster lain (selengkapnya lihat di http://www.kawalmenteri.org/matrix.html). Berikut analisis kandidat Menteri pada setiap kementerian.

  1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan

Tercatat sejak tahun 1978 posisi ini selalu dijabat oleh mantan militer sehingga muncul kritik bahwa Indonesia masih mengedepankan paradigma pertahanan daripada ketahanan. Terlepas dari berbagai kritik itu, ternyata sebagian besar netizen masih menganggap bahwa Menkopolhukam masih cocok dijabat mantan militer. Luhut Binsar Panjaitan dianggap memiliki karir yang lengkap dan cemerlang sejak menjabat militer hingga karir paska militer sehingga dinilai cocok untuk jabatan ini. Namanya juga diusulkan oleh netizen di polling lain. Sebagai catatan KM1.0 juga mencatat ada nama lain yang diusulkan publik, dengan background non-militer, yaitu Dr. J.Kusnanto Anggoro seorang pakar kajian pertahanan dan keamanan.

  1. Menteri Dalam Negeri

Tantangan seorang menteri dalam negeri saat ini adalah sinkroninasi kinerja dan peraturan-peraturan antara pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten yang masih terus mengganjal pembangunan di semua bidang. Konsep otonomi daerah ternyata masih memunculkan raja-raja kecil di daerah, belum sepenuhnya menyentuh pemerataan kesejahteraan yang diinginkan. Pengelolaan identitas data kependudukan yang masih amburadul menjadi bagian pekerjaan rumah penting lainnya bagi kementrian dalam negeri. Netizen via KM1.0 mengusulkan kandidat alternatif Imam Santoso, Doktor Tata Negara dan Desentralisasi dari Universitas Padjadjaran. Dia menawarkan konsep desentralisasi yang lebih realistis diterapkan untuk memajukan kinerja pemerintahan dengan memenuhi rasa keadilan dan menguntungkan bagi pusat dan daerah. Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menjadi alternatif kandidat Mendagri lain yang diusung netizen yang terpesona dengan ketegasan politisi kritis asal Partai Gerindra ini dalam menjalankan fungsi struktrutural di birokrasi. Bupati Bojonegoro, Suyoto, juga masuk bursa usulan karena dianggap memiliki credit poin baik dalam mengelola pemerintahan lokal dengan menerapkan pembangunan lewat pendekatan partisipatif dengan membuka berbagai saluran komunikasi langsung dari masyarakat untuk perbaikan kinerja pemerintahan.

  1. Menteri Luar Negeri

Posisi strategis Kementrian Luar Negeri menjadi penting di tengah kegamangan Indonesia dalam kancah politik dunia yang semakin tidak pasti. Pekerjaan rumah urusan luar negeri dari mulai wilayah perbatasan, penguatan diplomasi Indonesia yang masih sering dipandang kurang berwibawa di mata asing, mengembalikan peran Indonesia di kawasan dan negara-negara non-blok sebagai poros alternatif bagi geopolitik internasional hingga mempertajam konsep promosi lebih baik tentang Indonesia. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia menjadi kandidat paling favorit netizen peserta polling KM1.0. Hikmahanto dianggap mumpuni memainkan peran sebagai menteri luar negeri dengan segudang kecakapan akademik terutama bidang hukum internasional yang dianggap bisa menjadi modal memperkuat 'wajah' diplomasi Indonesia. Desra Percaya, orang lama di birokrasi Kementrian Luar Negeri yang kini menjabat Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB menjadi kandidat unggulan kedua. Pengalamannya di birokrasi kementrian dan diplomasi internasional menjadi keunggulannya. Mantan juru bicara Presiden SBY, Dino Pati Djalal juga masuk dalam kandidat terpilih.

  1. Menteri Pertahanan

Melakukan kerjasama lintas departemen terutama dengan Menko Polhukham dan Menteri Luar Negeri terkait implementasi kebijakan bidang pertahanan dalam dan luar negeri, merumuskan kebijakan dan program pertahanan negara yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi ancaman pertahanan di era modern. Memanfaatkan kekuatan dalam negeri termasuk produksi Alutsista untuk program pertahanan negara yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi ancaman pertahanan di era modern dari mulai pertahanan sipil, terorisme, isu perbatasan, dan beragam kejahatan trans-nasional. Melakukan rekonsiliasi kekuatan pertahanan Polri-TNI. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral Budiman, menjadi kandidat terbanyak diusulkan netizen via KM1.0. Lulusan terbaik Akabri 1978 memiliki banyak mendapat sorotan publik yang menghargai kecakapan manajerial saat mengelola kekuatan TNI AD untuk tetap ikut menjaga Pemilu legislatif dan presiden dalam situasi aman walaupun banyak disusupi banyak kepentingan politik. Pengetahuan dan pengalamannya mengelola kekuatan pertahanan TNI tidak diragukan dan memiliki pengertian akan masalah dan tantangan bidang kerja terlihat dari keinginannya untuk memanfaatkan teknologi dalam negeri untuk merumuskan kebijakan pertahanan negara yang lebih modern dan efisien. Pakar Pertahanan dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto juga menjadi satu kandidat favorit yang diusung netizen karena memiliki kecakapan akademik, banyak relasi dengan kalangan militer dan kerap menjadi narasumber kunci isu defense dan security baik nasional maupun internasional.

  1. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Kementerian ini amat diperlukan mengingat  hukum dan ham adalah bidang yang vital dalam bernegara. Tercapainya kepastian hukum dan keadilan dalam hak asasi manusia bagi setiap warga negara.  Prof. Hermawan Sulistyo amat kompeten menduduki jabatan Menkumham karena beliau terbukti memiliki track record yang baik dalam upaya advokasi hukum bahkan sejak zaman orde baru. Selain Hermawan, netizen juga mengusulkan Wamenhukham yang sekarang menjabat yaitu Denny Indrayana.

  1. Menteri Komunikasi dan Informatika

Salah satu syarat untuk menentukan maju mundurnya suatu negara adalah dengan perkembangan komunikasi dan informatika. Makin berkembangnya teknologi informasi perlu ada pengelolaan dan campur tangan pemerintah.  Onno W Purbo sebagai intelektual yang sudah malang melintang di bidang teknologi informatika sudah sepantasnya diberi penghargaan untuk menduduki jabatan ini. Selain sebagai pakar dan akademisi bidang informatika, Kang Ono, demikian dia akrab dipanggil, juga adalah seorang aktivis yang gencar mempromosikan dan mempraktikkan internet masuk desa dengan murah meriah bahkan gratis.

  1. Menteri Sekretaris Negara

Kebingungan publik terhadap posisi menteri sekretaris negara harus menjadi satu bahan review kabinet Jokowi-JK. Respon minim terhadap kementrian ini menjadi salah satu bukti tidak antusiasnya netizen dalam memandang kepentingan pemerintah mempertahankannya. Apakah posisi Mensesneg masih relevan dengan upaya efisiensi birokrasi? Posisi menteri sekretaris negara menjadi kementrian yang paling tidak mendapat respon dari netizen dengan hanya dua vote untuk TB Hasanudin, mantan perwira TNI yang kader PDI Perjuangan dan Maruarar Sirait.

  1. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kerap diidentikkan sebagai pos 'jatah' bagi partai politik. Padahal peranannya sentral dalam formulasi kebijakan bagi upaya menciptakan pemerintahan bersih, perbaikan kinerja birokrasi  dan kualitas pelayanan publik. Selama 3 tahun menjabat sebagai Wakil Menteri di Kementerian ini, Eko Prasojo merupakan mesin penggerak sekaligus otak di balik sejumlah agenda reformasi birokrasi dan UU ASN. Baginya revolusi mental merupakan pendidikan birokrat melalui  penerapan merit sistem serta peningkatan integritas.

 

  1. Menteri Koordinator Perekonomian

Setidaknya terdapat 14 dari 34 kementerian dalam periode 2009-2014 yang berada langsung di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, mulai dari Kementerian Keuangan, Perencanaan Pembangunan, hingga berbagai kementerian sektoral seperti ESDM. Sebagai negara yang sistemnya ekonominya termasuk dalam kategori regulated market, maka tugas Kementerian ini adalah salah satunya memastikan bahwa kebijakan antar sektor tidak tumpang tindih, sesuatu yang masih terjadi di Indonesia. Di sisi lain, diperlukan koordinasi yang efektif agar investasi yang diperlukan tidak terhambat dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Indonesia. Terdapat beberapa nama yang dianggap mampu menduduki pos ini, namun incumbent yaitu Chairul Tanjung menjadi unggulan. Dia dianggap mampu menunjukkan kemampuannya mengkoordinir lini ekonomi Indonesia dalam waktu 5 bulan terakhir. Selain ada beberapa nama lain yang tidak kalah mentereng dan berkualitas diusulkan netizen, sebut saja Agus Marto (Gubernur BI), Faisal Basri, Rheinald Kasali, Emir Satar, Tony Prasetyantoko, Dahlan Iskan, dan Ichsanudin Noorsy.

  1. Menteri Keuangan

Meski tidak memiliki pengalaman birokrat dalam sektor keuangan, Faisal Basri memiliki kompetensi dalam masalah kebijakan fiskal dan makro. Terpenting, karakter pengambil kebijakan keuangan negara, memiliki integritas dan tidak mudah diintervensi, dinilai publik tercermin dari sosok seorang Faisal Basri. Keberpihakannya pada liberalisasi perekonomian tanpa 'membabi-buta' membuatnya lebih mudah diterima seluruh pemangku kepentingan, termasuk  kalangan politisi.

  1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Sorotan publik terhadap Kementerian ESDM membuat pemerintahan Jokowi-JK harus berhati-hati menempatkan profil di pos ini. Saat ini profesional yang memiliki integritas, memahami seluk-beluk sekaligus piawai dalam bidang energi dan pertambangan ada dalam diri Kuntoro Mangkusubroto. Polling KM1.0 menilai Kuntoro lah figur yang paling tepat kembali memimpin pos ini untuk mengatasi persoalan subsidi energi, termasuk eksplorasi, dan mafia migas. Meski demikian kontroversi terhadap UU Migas yang disusun pada masa jabatannya kala itu harus mampu dikelola jika Kuntoro kembali diberikan amanah.

  1. Menteri Perindustrian

Membangun sinergitas industri hulu-hilir dan peningkatan nilai tambah menjadi tantangan utama Kementerian Perindustrian. Dan, kandidat KM1.0, Ilham Habibie, dinilai mumpuni untuk menjawab tantangan tersebut. Dibandingkan kandidat lain untuk mengisi pos ini, Ilham memiliki perjalanan yang teruji di industri manufaktur, tak tanggung-tanggung mencakup dari industri SDA hingga teknologi tinggi.

  1. Menteri Perdagangan

Yang cukup menarik, KM1.0 mengusung kembali nama Gita Wirjawan untuk pos Kementerian Perdagangan. Kita ingat bahwa Gita meninggalkan posisinya tersebut untuk maju dalam konvensi Partai Demokrat. Gita dinilai oleh banyak kalangan mampu menjawab isu utama perdagangan Indonesia dibandingkan sang pendahulu, Mari Pangestu, yang juga diusung oleh beberapa polster lain. Melalui UU Perdagangan, 'legacy' Gita itulah, kegiatan perdagangan diletakkan kembali atas dasar kemandirian. Dalam kepemimpinannya pula, kepentingan negara berkembang berhasil memenangkan diplomasi putaran Bali, WTO.

  1. Menteri Pertanian

Tak pelak lagi kementerian ini mendapat dukungan luas dari netizen terutama seiring dengan dua kementerian lain yang diusulkan yaitu Perdesaaan serta Pembaruan Agraria. Kemandirian dan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani masih menjadi isu utama dalam sektor pertanian. Luasnya lahan pertanian namun tidak adanya support teknologi dan riset pertanian serta berbagai sarana dan prasarana produksi pertanian lainnya selalu menjadi masalah klasik padahal revitalisasi sektor ini diyakini dapat melepaskan masyarakat dari kemiskinan. Untuk itu netizen mengusulkan Henry Saragih untuk menjadi menteri pertanian. Ia adalah Ketua Umum Serikat Petani Indonesia 2014-2019, untuk beberapa periode ia juga menjabat sebagai Koordinator Umum La Via Campesina, sebuah gerakan petani kecil dan buruh tani internasional. Ayah dua anak ini aktif memperjuangkan hak-hak kaum tani dan mengorganisasikan gerakan petani di Indonesia.

  1. Menteri Kehutanan

Luas hutan Indonesia dengan biodiversitasnya yg tinggi perlu dimanajemen secara fokus oleh sebuah kementerian yang berisi orang-orang yang kompeten dibidangnya. Prof. Mohammad Na’iem amat menguasai bidang ini. Selain itu, netizen juga mengusulkan San Afri Awang (SAA) peraih gelar S1 dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1982 dan gelar MSc pada tahun 1997 dari Wageningen Agricultural University (WAU), the Netherlands.

  1. Menteri Perhubungan

Tangan dingin Ignasius Johan dalam melakukan reformasi pelayanan di PT KAI membuat sosok ini diunggulkan untuk memimpin Kementerian Perhubungan oleh sejumlah polster, termasuk KM1.0. Dalam jangka pendek, mengatasi masalah kekinian sektor perhubungan termasuk realisasi tol laut Jokowi, Johan dinilai tepat. Akan tetapi, jangka panjang terkait konektivitas Indonesia, sosok Johan diharapkan juga mampu mengakomodasi perencanaan infrastruktur dan transportasi secara sinergis.

  1. Menteri Kelautan dan Perikanan

Dengan adanya visi revitalisasi Indonesia sebagai negara maritim, maka diyakini kementerian ini akan tetap ada pada era Jokowi. Kondisi sektor kelautan dan perikanan tidak berbeda jauh dengan pertanian yakni kaya potensi namun masih tertinggal dalam pemanfaatannya, terutama dari sisi teknologi. Oleh karena itu, netizen mengusulkan agar ada seorang teknokrat yang menggawangi kementerian ini. Pakar Teknik Kelautan merupakan profesi yang masih langka di Indonesia. Prof. Daniel M. Rosyid merupakan salah satu dari segelintir pakar Teknik Kelautan yang dimiliki oleh Indonesia. Rosyid merupakan anggota komite The Royal Institution of Naval Arcitects (RINA) yang bermarkas di Inggris, sebuah wadah bergengsi dibidang Naval Architects yang didirikan sejak tahun 1860 untuk menampung pakar-pakar perkapalan dari seluruh dunia. Figur ini dianggap layak untuk menjadi Menteri Kelautan.

  1. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Peran humanis dan kepedulian Rieke Dyah Pitaloka terhadap isu-isu buruh; outsourcing dan juga TKI menempatkannya sebagai unggulan di pos Kemenakertrans. Dirinya begitu lantang menyuarakan penghapusan outsourcing, upah buruh layak dan mendorong kepastian hak-hak pekerja lainnya. Tentu persoalan ketenagakerjaan tidak sekedar

  1. Menteri Pekerjaan Umum

Kementerian pekerjaan umum amat vital mengingat pentingnya pembangunan infra struktur serta dukungan dari para profesional dlm bidangnya. Dr. Ir Hermanto Dardak, MSc sudah berkecimpung dlm bidang ini selama lebih dari 30 tahun. Program pembangunan tol laut yang direncanakan Jokowi dianggap bisa direalisasikan jika dijalankan oleh menteri yang telah berpengalaman dan kompeten.

  1. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Berbeda dengan pollster lain yang mendukung nama-nama mapan, pada polling KM1.0 nama Lenggogeni, wanita pertama yang pernah menduduki jabatan Direktur Keuangan PT Pindad ini mencuat. Sosok ini memang jauh dari 'hingar-bingar' namun beberapa terobosannya seperti restrukturisasi mesin, dalam membenahi performa perusahaan plat merah itu nyata telah memikat pemilih. Pengetahuannya dalam berbagai kebijakan industri strategis dapat direplikasi pada sejumlah BUMN lain.

  1. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional

Kementerian ini dinilai masih sangat diperlukan walaupun sebagian perannya makin terambil oleh Kementerian Keuangan. Namun mengingat perlunya sinkronisasi perencanaan antar sektor dan wilayah terutama di era desentralisasi, kementerian ini masih memiliki peran vital. Diperlukan sosok yang memiliki kombinasi antara kemampuan analisis makro ekonomi dengan kemampuan managerial handal antar institusi. Sosok ini ada dalam diri Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Faisal Basri. Ia adalah ekonom dan politikus yang cukup terkenal, staf pengajar di Fakultas Ekonomi UI ini menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Ekonomi UI dan Gelar Master of Art dari Vanderbilt University, USA. Dia dikenal sebagai sosok yang tegas.

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementrian ini memiliki PR yang lumayan berat karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif belum dijadikan skala prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Padahal pariwisata menyumbang pendapatan untuk devisa negara nomor empat. Indonesia harus merebut peluang dari pertumbuhan sektor pariwisata ASEAN yang merupakan tertinggi di dunia. Namun pada desain kabinet yang baru, Kementrian Pariwisata akan dipisahkan dari Ekonomi Kreatif yang akan dilebur dengan Kementrian Koperasi. Hal ini akan mengubah pemikiran masyarakat yang semula berharap bisa menominasikan menteri dari kalangan orang film maupun industry kreatif, kini seakan dibatasi hanya calon-calon dari dunia pariwisata. Rheinald Kasali Ph.D yang berlatar belakang bidang ekonomi dan memiliki perhatian besar pada dunia wirausaha memiliki kesempatan besar bila kementrian ini masih menaungi bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun apabila kementrian ini berubah menjadi Kemetrian Pariwisata, mungkin kan muncul kekhawatiran apakah Rhenald Kasali, Ph.D memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam di bidang Pariwisata. Selain Rhenald, ada Mira Lesmana yang menjadi favorit polling KM1.0 untuk posisi Menparekraf.

  1. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat

Kementerian ini selalu dianggap jatah bagi-bagi kepada parpol pendukung presiden terpilih. Sehingga seringkali diisi oleh para politisi. Padahal kementerian ini memiliki peran yang sangat krusial untuk memastikan bahwa berbagai program sosial Jokowi dapat terlaksaana seperti program Kartu Sehat, Kartu Pintar, Penanggulangan Kemiskinan, dan lain sebagainya. Mesti dipastikan bahwa semua program itu terkoordinasi tidak tumpang tindih. Netizen menganggap bahwa kini waktunya generasi muda profesional yang menjadi Menkokesra. Salah satu nama yang diusulkan adalah Anies Basweda. Anies sejak remaja hingga saat ini jiwa kepemimpinannya sangat menonjol. Kepemimpinannya yang begitu kuat mampu membuatnya jadi teladan dan inspirator, khususnya bagi generasi muda. Anies adalah Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Master dalam bidang Keamanan Internasional dan Kebijakan Ekonomi dari School of Public Affairs, University of Maryland, College Park, dan Doktor dalam Ilmu Politik dari Northern Illionis University.

  1. Menteri Kesehatan

Sektor kesehatan merupakan sektor strategis yang tertulis dalam Nawacita Jokowi yakni cita-cita meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kartu Indonesia Sehat adalah salah satu program unggulannya yang akan menjamin bahwa semua masyarakat Indonesia akan memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Rupanya pertimbangan inilah yang membuat netizen percaya bahwa sosok Wakil Menteri saat ini yang dikenal sebagai pakar Jamkesmas, cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan periode 2014-2014: dialah Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D. Pencalonannya nyaris tanpa kontroversi dan testimoni netizen menunjukkan bahwa dia memiliki track record yang baik.

  1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Netizen yang memberikan suaranya untuk Kementrian Pendidikan setuju agar kementrian ini dipertahankan karena banyak harapan tertuang. Mereka berharap pendidikan menjadi satu alat mewujudkan revolusi mental yang dikampanyekan Jokowi-JK. Mereka melihat pendidikan tidak hanya formalitas untuk berkarier di masa depan, tapi lebih menekankan skill dan kreativitas. Anies Baswedan, PhD menjadi kandidat favorit polling netizen KM1.0 karena menjadi sosok muda berprestasi dengan karakter segar untuk memberikan perubahan pada 'wajah' pendidikan di Indonesia. Anies memiliki track record bagus bagi netizen karena keberhasilan program 'Indonesia Mengajar'. Namun ada juga yang menganggap Anies memiliki kelemahan kurang memiliki visi dan misi yang jelas sehingga tidak cocok untuk  jabatan itu. Kandidat dua terbesar lainnya adalah Prof. Dr. Ken Kawan Soetanto dan Prof. Dr Fasli Djalal yang juga dikenal berpengalaman dalam dunia pendidikan di Indonesia. Fasli dianggap cocok sebagai menteri pendidikan karena pekerja kerjas dan memiliki pengalaman di birokrasi yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. Sedangkan Ken Kawan yang dikagumi kalangan pendidik di Jepang mendapat nada negatif karena dianggap kurang nasionalis tidak mengabdikan diri dengan membangun negeri sendiri.

  1. Menteri Sosial

Kementerian Sosial memiliki misi untuk meningkatkan aksesibilitas perlindungan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan sosial, pemberdayaan sosial, dan jaminan kesejahteraan sosial bagi PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) dan mengembangkan perlindungan dan jaminan sosial bagi PMKS. Untuk mencapai misi itu, netizen menganggap bahwa Dr. Imam B. Prasodjo, seorang sosiolog dan penggiat sosial, mampu menjalankannya. Saat ini ia menjadi dosen tetap fakultas ilmu sosial dan politik (FISIP) Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Prasodjo juga merupakan ketua dari Yayasan Nurani Dunia, yaitu sebuah yayasan yang berkecimpung dalam bidang sosial dan pendidikan bagi kalangan yang kurang mampu dari segi ekonomi dan bergiat di yayasan sosial kemasyarakatan

  1. Menteri Agama

Sebagai kementerian yang menaungi badan/lembaga di setiap agama sepertil MUI, NU, GKI dll. Sebagai pemersatu umat dan penengah jika ada issue keagamaan. Menjadi pelopor terhadap keberagaman juga toleransi antar agama. Lukman Hakim Saifuddin sudah barang tentu amat menguasai bidang ini.

  1. Menteri Riset dan Teknologi

Netizen mengusulkan agar kementerian ini digabung dengan Dikti menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Namun terlepas dari nomenklatur kementeriannya, netizen di KM memberikan testimoni beragam yang semuanya meyakini bahwa sosok Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, PhD, seorang WNI yang saat ini professor di Universitas Chiba, Jepang dan telah menelurkan banyak penemuan di bidang antenna.

  1. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)

Koperasi dan UKM menyelamatkan negara ini dari kebangkrutan kritis ekonomi dan kerakusan para pengusaha. Nusron Wahid adalah sosok yang loyal, inovatif, progresif, berkomitmen serta punya nyali.

  1. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kementerian ini sangat diperlukan untuk memastikan dan mengawal proses pemberdayaan perempuan di Indonesia, serta fakta partisipasi perempuan sebagai subyek pembangunan masih sangat minim. Khofifah Indar Parawansa sebagai intelektual perempuan yang teguh memegang prinsip amat cocok dalam posisi menteri ini.

  1. Menteri Lingkungan Hidup

Keseimbangan antara pelestarian lingkungan dengan perkembangan pembangunan tehnologi diperlukan dalam proses pembangunan. Diperlukan mekanisme pemantauan dan pengawasan untuk mendukung hal tersebut. Dadang Ahmad Suriamihardja adalah intelektual pemerhati lingkungan hidup yang kompeten.

  1. Pembangunan Daerah Tertinggal

Kementerian PDT ini dibentuk karena adanya kesenjangan pembangunan di Indonesia sehingga memiliki visi untuk mewujudkan daerah tertinggal sebagai daerah yang maju dan setaraf dengan daerah lain di Indonesia. Netizen mengusulkan Abdon Nababan untuk menjalankan visi kementerian PDT ini. Ia menamatkan pendidikan S-1 dari IPB, Bogor. Keterlibatannya pada berbagai proses pengorganisasian gerakan Masyarakat Adat membuat komunitas-komunitas adat anggota AMAN memilihnya di Kongres III AMAN di Pontianak sebagai Sekretaris Jenderal AMAN untuk periode 2007-2012 dan terpilih kembali di Kongres IV AMAN di Tobelo. Jabatan serupa sebelumnya pernah diemban oleh Abdon Nababan, sebagai Sekretaris Pelaksana AMAN pada periode 1999-2003.

  1. Menteri Perumahan Rakyat

Masih minimnya perumahan layak huni bagi masyarakat luas serta kurang tertibnya pembangunan pemukiman rakyat secara umum, menjadikan faktor penting keberadaan kementerian ini.  Jehansyah Siregar sebagai peneliti bidang perumahan amat cocok menempati kursi menteri perumahan rakyat.

  1. Menteri Pemuda dan Olahraga

Kemenpora memiliki visi untuk mewujudkan kepemudaan dan keolahragaan yang berdaya saing. Sesuatu yang hingga saat ini masih sekedar harapan. Untuk mewujudkan hal tersebut, netizen memilih seorang pemuda yang cukup populer di dunia sosial media karena berbagai karyanya. Dia adalah Rene Suhardono Canoneo. Karir profesional Rene banyak berkecimpung di bidang pengembangan sumber daya manusia. Segmentasi audiens Rene terutama adalah generasi muda. Penampilan dan gaya komunikasinya yang akrab dengan anak muda, membuat apa yang disampaikannya sangat dapat bisa diterima oleh generasi muda. Semangatnya yang berupa semangan pemberdayaan, juga insiatif-insiarif kegiatannya yang bersifat inovatif, sangat dibutuhkan untuk menjangkau dan membantu anak-anak muda untuk mengoptimalkan potensinya.

  1. Menteri Pertanahan dan Reforma Agraria

Kementerian ini tidak ada dalam struktur kabinet 2009-2014 dan sekarang menjadi usulan KM1.0 untuk dibentuk pada kabinet 2014-2014. Komersialisasi pertanahan yang nyaris tanpa aturan telah memarjinalkan budidaya pertanian, memperlebar jurang akses terhadap kepemilikan dan dan hak guna perumahan yang layak, dan over supply kawasan dan infrastruktur jasa dan perdagangan yg terkadang tidak diperlukan. Kementerian ini diharapkan menyelamatkan sektor pertanian, memerdekakan kota dari serbuan urbanisasi, dan memakmurkan petani dan masyarakat dengan adanya ketahanan pangan melalui revitalisasi budaya agraris. Netizen mengusulkan Noer Fauzi Rachman, seorang Doktor dari Berkeley yang juga dikenal sebagai pejuang reforma agraria serta guru bagi para pejuang reforma agraria. Kang Oji, demikian dia akrab dipanggil, dinilai sosok yang paling pas untuk mewujudkan harapan keadilan agraria di Indonesia, sesuai dengan perjuangannya yang selama ini dilakukan.

  1. Menteri Perdesaan

Setelah beberapa tahun diperjuangkan, telah lahir UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Undang-undang ini menjadi sangat strategis bagi upaya mempercepat pembangunan perdesaan karena mengamanatkan pemerintah untuk secara khusus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan desa dan memberikan kewenangan kepada desa untuk mengelola berbagai urusan perdesaan, tentunya masih dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk lebih memastikan pembangunan perdesaan, maka sebuah Kementerian Perdesaan perlu dibentuk menjadi bagian dari Kabinet yang akan dibentuk oleh Presiden RI periode 2014-2019. Netizen mengusulkan beberapa nama yang identik dengan agenda pembangunan perdesaan. Sutoro Eko salah satu konseptor dibalik lahirnya UU No. 6/2014 tentang Desa. Sutoro menggeluti isu perdesaan melalui berbagai penelitian, pendampingan, dan peningkatan kapasitas desa. Pemikiran dan hasil penelitiannya dituangkan dalam berbagai buku dan makalah dan menjadi salah satu rujukan utama bagi Naskah Akademik Undang-Undang Desa. Kandidat lainnya antara lain Budiman Sujatmiko dan Noer Fauzi.

Dari 36 kementerian, netizen pengunjung KM1.0 mengusulkan dua kementerian baru yakni Kementerian Perdesaan dan Kementerian Pertanahan dan Reforma Agraria. Keduanya dianggap sejalan dengan visi NawaCita Jokowi. Selain itu, netizen juga mengusulkan agar Kementerian Pendidikan dipecah menjadi dua yaitu Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi serta Riset dan Teknologi. Namun terlepas dari nomenklatur kementerian, jelas sekali harapan utama dari netizen pengunjung KM1.0 adalah kabinet yang diisi oleh menteri dengan latar belakang profesional non-partai baik itu akademisi, pengusaha, birokrat, bahkan aktivis sosial.

Dalam hitungan kurang dari satu bulan, kabinet baru akan segera dibentuk mengikuti pelantikan Presiden dan Wakilnya. Ada indikasi bahwa kabinet yang akan terbentuk nantinya adalah hasil kompromi antara kriteria profesionalitas dengan kriteria kesetimbangan politik, sebagaimana disebutkan bahwa ada proporsi 18:16. Hal ini diyakini akan memunculkan kualitas kerja departemen yang rendah sebagaimana ditunjukan oleh evaluasi rutin yang dilakukan UKP4 (unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian). Padahal visi NawaCita memerlukan kualitas kabinet dan menteri yang lebih baik daripada kabinet sebelumnya. Oleh karena itu, KM1.0 akan bertransformasi menjadi kekuatan pengawal kinerja menteri selama periode 2014-2019. KM1.0 akan bertransformasi menjadi KM2.0 yang memiliki lima fitur pengawalan.

Kelima fitur pengawalan publik terhadap kinerja menteri melalui KM2.0 adalah pertama UNDERMICROSCOPE  yaitu fitur yang mengawal integritas personal menteri. Fitur ini akan menampung berbagai testimoni tentang perilaku positif dan negatif seorang menteri sehingga integritasnya bisa diketahui publik. Fitur kedua adalah PRIORITAS yang memfasilitasi publik untuk memberikan testimoni tentang keberhasilan dan kegagalan dari program prioritas tiap kementerian. Fitur ketiga adalah HASIL yang akan mengajak publik untuk menilai perbandingan kuantitatif antara target dengan capaian tiap kementerian. Fitur keempat adalah SHOW ME THE MONEY yang akan menunjukan kondisi anggaran tiap kementerian secara transparan. Fitur kelima adalah IKM (indeks kawal menteri) yang merupakan kuantifikasi dari keempat fitur tersebut plus berbagai indikator kuantitatif lainnya.

Matriks Usulan Calon Menteri dari Pelbagai Sumber

No
NAMA DEPARTEMEN/KEMENTERIAN
NAMA KANDIDAT MENTERI
www.jokowicenter.comwww.detik.comkabinetrakyat.orgkabinetkita.orgberitasatu.comSuara Pembaruankawalmenteri.org
1Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan KeamananJenderal TNI Dr. MoeldokoRyamizard RyacuduLuhut Binsar PandjaitanPRAMONO ANUNG WIBOWOAM HendropriyonoLuhut Binsar PanjaitanLuhut Binsar Panjaitan
2Menteri Dalam NegeriDr (HC) Agustin Teras Narang, S.H.Abdullah Azwar AnasBasuki Tjahaja PurnamaIR. TRI RISMAHARINI, M.TBasuki Tjahaja PurnamaTeras NarangIMAM SANTOSO, SH, MH Dr
3Menteri Luar NegeriMarty Muliana Natalegawa, M. Phil, B.Sc.Hikmahanto JuwanaHikmahanto JuwanaALWI ABDURRAHMAN SHIHABMarty NatalegawaMarty NatalegawaHikmahanto Juwana
4Menteri PertahananJenderal TNI (Purn) Ryamizard RyacuduRyamizard RyacuduTB. HasanuddinLUHUT BINSAR PANJAITANSjafrie SjamsoeddinSjafrie SjamsoeddinJendral Budiman
5Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM)Prof. Dr. Saldi Isra, SH, MPA.M Busyro MuqoddasZainal Arifin MuchtarABRAHAM SAMADBusyro MuqoddasGayus LumbuunProf (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU
6Menteri Komunikasi dan InformatikaIr. Onno W Purbo, M.Eng, Ph.D.Ilham HabibieOnno W PurboDR. IR. BUDI RAHARDJO, M.SCBambang HarymurtiOno Widodo PurboOnno W Purbo
7Menteri Sekretaris NegaraMaruarar Sirait, SIP.Pramono AnungMaruarar SiraitANIES BASWEDANAnies BaswedanAnies Baswedan
8Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi BirokrasiIr. Tri Rismaharini, M.T.M JasinKomaruddin WatubunIR. TRI RISMAHARINI, M.TAndrinof ChaniagoAndrinof ChaniagoEko Prasojo, Prof, Dr.rer.publ, SIP, Mag.rer.publ,
9Menteri Koordinator PerekonomianProf. Dr. (HC) Dahlan IskanM.Chatib BasriFaisal BasriCHAIRUL TANJUNGDahlan IskanRizal RamliChairul Tanjung
10Menteri KeuanganDr. Ir. Raden Pardede, Ph.D.M.Chatib BasriHendrawan SupratiknoSRI MULYANI INDRAWATIChatib BasriChatib BasriFaisal Basri Alias Faisal Batubara
11Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc.Karen AgustiawanPoltak SitanggangDAHLAN ISKANKurtubiEvita LegowoKUNTORO MANGKUSUBROTO, PROF. DR. IR. MSIE., MSCE.
12Menteri PerindustrianDr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng. (Hon), Ph.D., DIC.Emirsyah SatarDahlan IskanILHAM AKBAR HABIBIERachmat GobelRachmat GobelIlham A. Habibie, Dr. Ing., MBA
13Menteri PerdaganganDr. Mari Elka Pangestu, Ph.D.Bayu KrisnamurthiMarie Elka PangestuCHAIRUL TANJUNGMuhammad LutfiMuhammad LutfiGita Wirjawan
14Menteri PertanianProf. Dr. Bustanul ArifinDwi Andreas SantosaDwi Andreas SantosaPROF. DR. IR. DWI ANDREAS SANTOSA, MSBayu KhrisnamurtiSutarto AlimoesoHenry Saragih
15Menteri KehutananProf. Dr. Ir. Frans WanggaiSudharto P. HadiChalid MuhammadEMMY HAFILDFrans WanggaiFrans WanggaiH. Mohammad Na'iem, Prof. Dr. Ir. M.AgrSc.
16Menteri PerhubunganProf. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit M.Sc.Ignasius JonanIgnasius JonanIGNASIUS JONANIgnasius JonanBambang SusantonoIgnasius Jonan
17Menteri Kelautan dan PerikananProf. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.Indroyono SoesiloHuguaDR. AGUS SUHERMAN, S.P, M.SIFerry Mursyidan BaldanSinyo Harry SarundajangDaniel Muhammad Rosyid, Prof.
18Menteri Tenaga Kerja dan TransmigrasiRieke Dyah PitalokaSudhamek AWS.Jumhur HidayatTETEN MASDUKIRieke Diah PitalokaRhenald KhasaliRieke Diah Pitaloka
19Menteri Pekerjaan UmumDr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA.Budi Karya SumadiMarwan JafarRICHARD JOOST LINOAbdullah Azwar AnasBintang PerbowoHermanto Dardak, Dr. Ir. M.Sc
20Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)Prof. Dr. (HC) Dahlan IskanKaren AgustiawanEdwin H SukowatiDAHLAN ISKANDahlan IskanIgnasius JonanLenggogeni DR. SE.AK. MM.CMA
21Menteri Perencanaan dan Pembangunan NasionalFaisal Basri, S.E., M.A.Bambang Soemantri BrojonegoroAgus SuhartonoFAISAL BASRIIman SugemaSri AdiningsihFaisal Basri SE, MA
22Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifMira LesmanaTjut Nyak Deviana DaudsjahNajwa ShihabRIDWAN KAMILRhenald KhasaliEmirsyah SatarRheinald Kasali, Prof. Ph.D
23Menteri Koordinator Kesejahteraan RakyatD.r Ir. Kuntoro Mangkusubroto,Imam PrasodjoTri RismahariniALWI ABDURRAHMAN SHIHABPramono Anung WibowoMuhaimin IskandarAnies Baswedan, PhD
24Menteri KesehatanProf. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.Andi Wahyuningsih Attas Ribka TjiptaningDR. DR. FAHMI IDRIS, M. KESFachmi IdrisFachmi IdrisProf. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D.
25Menteri Pendidikan dan KebudayaanAnies Rasyid Baswedan, Ph.D.Anies BaswedanAnies BaswedanANIES BASWEDANAnies BaswedanPratiknoAnies Baswedan, PhD
26Menteri SosialEva Kusuma SundariImam PrasodjoKhofifah Indar ParawansaKHOFIFAH INDAR PARAWANSAEva Kusuma SundariDato Sri TahirImam B. Prasodjo Ph.D
27Menteri AgamaDrs. H. Lukman Hakim SaifudinLukman Hakim SaifuddinKomaruddin HidayatLUKMAN HAKIM SAIFUDDINLukman Hakim SaifuddinLukman Hakim SaifuddinLukman Hakim Saifuddin
28Menteri Riset dan Teknologi
Prof. Yohannes Surya, Ph.D.Ilham HabibieYohannes SuryaYOHANES SURYA PH.DIlham HabibieAkhmalokaJosaphat Tetuko Sri Sumantyo, PhD
29Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)Dra. Khofifah Indar ParawansaSofyan BasyirBudiman SudjatmikoFAISAL BASRIBudiman SudjatmikoZulkifli ZainiNusron Wahid
30Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakPuan MaharaniNani ZulminarniWanda HamidahNAJWA SHIHABKhofifah Indar ParawansaKhofifah Indar ParawansaKhofifah Indar Parawansa
31Menteri Lingkungan HidupDrs. Ir. Dodo Sambodo, MSSudharto P. HadiErwin UsmanEMMY HAFILDFerry Mursyidan BaldanFerry Mursyidan BaldanDadang Ahmad Suriamihardja, Prof. Dr. M.Eng.
32Pembangunan Daerah TertinggalDrs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si.Abdullah Azwar AnasIndra J. PiliangBUDIMAN SUDJATMIKOBudiman SudjatmikoAndreas Hugo PareiraAbdon Nababan
33Menteri Perumahan Rakyat Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD.Budi Karya SumadiMohammad Jehansyah RIDWAN KAMILMaruhum BatubaraEnggartiasto LukitaJehansyah Siregar
34Menteri Pemuda dan OlahragaAnies Rasyid Baswedan, Ph.D.Anies BaswedanAdian NapitupuluERICK THOHIRMaruarar SiraitMaruarar SiraitRene Suhardono Canoneo
35Menteri Pertanahan dan Reforma AgrariaNoer Fauzi Rahman
36Menteri PerdesaanSutoro Eko Yunanto